Reinterpretasi Q.S. Al-Mā’idah Ayat 32–34 melalui Tafsīr Maqāṣidī: Kritik Legitimasi Terorisme dan Rekonstruksi Perdamaian

Main Article Content

Hudzaifaturrohman Hudzaifaturrohman
Khoirul Umami

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi etika terorisme dan perdamaian dalam Q.S. al-Mā’idah [5]: 32–34 melalui pendekatan tafsīr maqāṣidī Abdul Mustaqim. Kajian terdahulu cenderung membahas ayat-ayat kekerasan secara normatif atau mengkaji terorisme, jihad, dan ḥirābah secara terpisah, sehingga keterkaitan antara perlindungan kehidupan, penegakan hukum, dan pertobatan sebagai fondasi perdamaian belum dirumuskan secara integratif. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan dengan al-Qur’an, karya Abdul Mustaqim, Tafsir al-Azhar, Tafsir al-Mishbah, dan Tafsir Jalalain sebagai sumber primer, serta literatur tentang terorisme, hukum Islam, dan studi perdamaian sebagai sumber sekunder. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif, komparatif, dan kontekstual dengan triangulasi sumber tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. al-Mā’idah [5]: 32–34 membentuk konstruksi etis tiga lapis: ayat 32 menegaskan perlindungan kehidupan sebagai prinsip fundamental, ayat 33 mengatur respons hukum yang proporsional melalui otoritas yang sah, dan ayat 34 membuka ruang pertobatan serta pemulihan. Dalam perspektif maqāṣid al-tafsīr, konstruksi tersebut menjadi dasar untuk menolak legitimasi terorisme sekaligus merumuskan kerangka perdamaian yang berorientasi pada perlindungan jiwa, agama, akal, keturunan, harta, negara, dan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan tafsīr maqāṣidī tidak hanya berfungsi untuk memahami larangan kekerasan, tetapi juga menawarkan kerangka etis untuk menghubungkan keadilan hukum, rehabilitasi, dan rekonstruksi perdamaian.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Hudzaifaturrohman, H., & Umami, K. . (2026). Reinterpretasi Q.S. Al-Mā’idah Ayat 32–34 melalui Tafsīr Maqāṣidī: Kritik Legitimasi Terorisme dan Rekonstruksi Perdamaian. Journal of Islamic Thought and Philosophy, 5(3), 376–393. https://doi.org/10.15642/jitp.2026.5.3.376-393
Section
Articles

References

Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought, 2008.

Azra, Azyumardi. Islam Nusantara, Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan, 2002.

Galtung, Johan. “Violence, Peace, and Peace Research.” Journal of Peace Research 6, no. 3 (1969): 167–191. doi:10.1177/002234336900600301.

Al-Dhahabī, Muḥammad Ḥusayn. Al-Tafsīr wa al-Mufassirūn. Vol. 1. Kairo: Maktabah Wahbah, t.t.

Hamka. Tafsir Al-Azhar. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd, 2003.

Heri, Totong. “Terorisme Perspektif Al-Qur’an dan Al-Hadits.” Rausyan Fikr 16, no. 1 (2020): 83–102. doi:10.31000/rf.v16i1.2460.

Hidayat, Saepul. “Konsep Jihad dalam Al-Qur’an: Studi Penafsiran Ayat-Ayat Jihad dalam Tafsīr Al-Munīr.” Tafakkur 3, no. 2 (2023): 170–188. doi:10.62359/tafakkur.v3i2.127.

Ilyas, Yunahar. Kuliah Ulumul Qur’an. Yogyakarta: Itqan Publishing, 2014.

Irfanda, Alfin. “Terorisme, Jihad, dan Prinsip Hukum Islam: Alternatif Upaya Deradikalisasi.” Jurnal Wawasan Yuridika 6, no. 1 (2022): 101–120. doi:10.25072/jwy.v6i1.490.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama RI, 2019.

Al-Marāghī, Aḥmad Muṣṭafā. Tafsīr al-Marāghī. Mesir: Muṣṭafā al-Bābī al-Ḥalabī, 1946.

Muhsin, Ahmad Anas. “Analisis Pendekatan Interpretasi Syahrur terhadap Ayat Jihad dan Qitāl.” Jadid 4, no. 2 (2024): 1–17. doi:10.33754/jadid.v4i02.1276.

Khasan, Moh. “From Textuality to Universality: The Evolution of Ḥirābah Crimes in Islamic Jurisprudence.” Al-Jami‘ah 59, no. 1 (2021): 1–32. doi:10.14421/ajis.2021.591.1-32.

Al-Qadri, Muhammad Tahir. Fatwa tentang Terorisme dan Bom Bunuh Diri. Jakarta: LPPI, 2014.

Mustaqim, Abdul. “Argumentasi Keniscayaan Tafsir Maqāṣidī sebagai Basis Moderasi Islam.” Pidato Pengukuhan Guru Besar, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2019. Disampaikan pada pengukuhan Guru Besar Bidang Ulumul Qur’an, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Saoki, Saoki. “Aktualisasi Makna Jihad dalam Kehidupan Modern.” Al-Daulah 3, no. 1 (2013): 1–18. doi:10.15642/ad.2013.3.1.1-18.

Serli, Lestari, Hardiansyah Sandi, Jukhoriah Syintia, dan Khoiro Yuristal. “Membedah Konsep Radikalisme dan Terorisme dalam Perspektif Al-Qur’an.” Religiotransdis 1, no. 1 (2023): 54–60.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Vol. 3. Jakarta: Lentera Hati, 2005.

Rane, Halim. “Higher Objectives (Maqāṣid) of Covenants in Islam: A Content Analysis of ‘Ahd and Mīthāq in the Qur’an.” Religions 14, no. 4 (2023): 514. doi:10.3390/rel14040514.

Sulthoni, Akhmad, dan Muhamad Amrulloh. “Telaah Ayat-Ayat Pembebasan Baitul Maqdis dalam Tafsir Al-Azhar.” Al Karima 7, no. 1 (2023): 24–37. doi:10.58438/alkarima.v7i1.149.

Al-Suyūṭī, Jalāl al-Dīn, dan Jalāl al-Dīn al-Maḥallī. Terjemah Tafsir Jalalain. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2017.

Syamsuri. “Pendidikan Agama, Tantangan Teknologi Komunikasi, dan Terorisme.” Al-Iqro’ 1, no. 2 (2024): 193–205. doi:10.54622/aijis.v1i2.320.

Usman. Radikalisme, Terorisme dan Deradikalisasi. Yogyakarta: Deepublish, 2022.

Saihu, Made. “Tafsir Maqāṣidī untuk Maqāṣid al-Syarī‘ah.” Al-Burhan 21, no. 1 (2021): 44–69.