Hierarki Otoritas Epistemik dalam Akidah Islam: Komparasi Akal Burhani, Nash, dan Syuhud

Main Article Content

Muhammad Syukur
Muhammad Yusuf Zulkifli

Abstract

Perdebatan tentang sumber dan otoritas pengetahuan dalam akidah Islam me­li­batkan tiga tradisi epistemologis utama, yaitu filsafat, teologi, dan tasawuf, yang mena­warkan perangkat berbeda untuk mencapai keyakinan. Meskipun kajian menge­nai epistemologi burhani, nash, dan syuhud irfani telah berkembang, penelitian terdahulu cenderung membahas ketiganya secara parsial dan belum menguji hujjiyyah masing-masing dalam pembuktian akidah secara komparatif. Kekosongan tersebut menim­bul­kan persoalan mendasar mengenai apakah ketiga alat pengetahuan tersebut memiliki kekuatan epistemik yang setara atau terdapat perbedaan hierarkis dalam otoritasnya. Dengan menggunakan metode kualitatif terhadap karya primer pendukung utama tigamazhab tersebut serta literatur kontemporer, penelitian ini menemukan: pertama, akal burhani memiliki otoritas inheren (hujjiyyah dzatiyyah) karena mampu mengung­kap realitas tanpa dalil lain; kedua, nas agama menghadapi tiga problem utama, otentisitas sumber (shudur), dan indikasi makna (dilalah) dan arah (jihah) sehingga bersifat spekulatif (zhanni); ketiga, penyaksian hati (mukasyafah) tidak memiliki timbangan objektif untuk membedakan penyingkapan Ilahi dari bisikan setan. Akal burhani merupakan fondasi epistemik bagi seluruh alat pengetahuan lainnya, semen­tara naql dan syuhud bersifat subsidier. Kebaruan adalah sintesis epistemologis yang menawarkan hierarki otoritas pengetahuan dengan menempatkan akal burhani sebagai dalil primer dalam metodologi baru studi akidah kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Syukur, M., & Zulkifli, M. Y. (2026). Hierarki Otoritas Epistemik dalam Akidah Islam: Komparasi Akal Burhani, Nash, dan Syuhud. Journal of Islamic Thought and Philosophy, 5(3), 512–530. https://doi.org/10.15642/jitp.2026.5.3.512-530
Section
Articles

References

Al Misry, Aiman. Muntaha al-Murad fi Ilmi Ushul al-I’tiqad. 1 ed. Daftar Nasyre Mustafa, t.t.

Al Misry, Aiman. Ushul al-Makrifah wa al-Manhaj al-Aqli. 1 ed. Vol. 5. Beirut. Dar Al-Amira, t.t.

Al-Jabiri, Muhammad Abid. Bunyah al-’Aql al-’Arabi. Markaz Dirasat al-Wahdah al-Arabiyyah, 1991.

Al-Qaisary, Daud ibn Mahmoud. Sharh Fushush al-Hikam. Anwaru al-Huda, 1995.

Al-Razi, Abu Abdullah Muhammad ibn Umar ibn al-Hasan ibn al-Husain al-Timi. Tafsir Mafatih al-Ghaib. 3 ed. Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1999.

Azizi, Musthafa. al-Usus al-Makrifiyyah lil Fikri al-Aqdi al-Salafy. 1 ed. Vol. 7. Muassasah al-Dalil li al-Dirasah wa al-Buhuth al-Aqdiyyah, 2018.

Carter, Nancy, Denise Bryant-Lukosius, Alba DiCenso, Jennifer Blythe, dan Alan J. Neville. “The Use of Triangulation in Qualitative Research.” Oncology Nursing Forum 41, no. 5 (2014): 545–47. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547.

Cherukarayil, Sijo Sebastian. “Arguments Favoring Epistemic Justification of Religious Belief: A Critique.” Tattva Journal of Philosophy 15, no. 2 (2023): 39–56. https://doi.org/10.12726/tjp.30.3.

Dougherty, Trent, dan Chris Tweedt. “Religious Epistemology.” Philosophy Compass 10, no. 8 (2015): 547–59. https://doi.org/10.1111/phc3.12185.

Erdiyani, Fenny, Zainuddin Syarif, Mahfida Inayati, dan Eliyatul Fitriyah. “Integrasi Epistemologi (Bayani, Burhani, Dan Irfani) Dalam Pendidikan Islam Kontemporer.” Kartika: Jurnal Studi Keislaman 5, no. 3 (2025): 2185–200. https://doi.org/10.59240/kjsk.v5i3.234.

Faruque, Muhammad U. “Mullā Ṣadrā and the Project of Transcendent Philosophy.” Religion Compass 10, no. 1 (2016): 3–14. https://doi.org/10.1111/rec3.12190.

Ibn Sina. al-Isharat wa al-Tanbihat. 1 ed. Disunting oleh Nashiruddin al-Thusi. Al-Balaghah, 1996.

Ibn Sina. Burhan al-Shifa. 1 ed. Zawi al-Qurba, 2009.

Ibn Sina, Abu Ali al-Husain ibn Abdillah. al-Adhiyah fi al-Ma’ad. 1 ed. Shamsu Tabrizy, 2003.

Ibn Tarkah, Ṣāʾin al-Dīn ʿAlī ibn Muḥammad. al-Tamhīd fī Sharḥ Qawāʿid al-Tawḥīd. Muʾassasat Umm al-Qurā, 2003.

Marhaba, Abdu al-Rahman. Mina al-Falsafah al-Yunaniyah Ila al-Falsafah al-Islamiyah. Uwaidat, 2007.

Mayring, Philipp. “Qualitative Content Analysis.” Forum Qualitative Sozialforschung / Forum: Qualitative Social Research Vol 1 (Juni 2000): No 2 (2000): Qualitative Methods in Various Disciplines I: Psychology. https://doi.org/10.17169/FQS-1.2.1089.

Moh. Sholeh Baharis dan Muh. Syahril Sidik Ibrahim. “MULLA SADRA’S INTEGRATIVE EPISTEMOLOGY: REASON, INTUITION, AND REVELATION.” Al-A’raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat 23, no. 1 (2026): 125–46. https://doi.org/10.22515/ajpif.v23i1.12124.

Rimoldi, Florencia, dan Federico Penelas. “Testimony and Non-Evidential Reasons for Belief (A Non-Purist Place for Interpersonalism).” Episteme 22, no. 1 (2025): 283–303. https://doi.org/10.1017/epi.2023.55.

Sholehah, Tantriatus, Loekisno Choiril Warsito, dan Ghifroh Nailul Maulidah. “Mullā Ṣadrā’s Epistemological Critique of Modern Skepticism: A Reconstruction of the Foundations of Certainty in Knowledge.” Aqlania 17, no. 1 (2026): 27–42. https://doi.org/10.32678/aqlania.v17i1.252.

Swinburne, Richard. Epistemic Justification. 1 ed. Oxford University PressOxford, 2001. https://doi.org/10.1093/0199243794.001.0001.